Home / Mesin / Pak Guru Ini Punya STNK Esemka Sejak 2013
dwi budhi martono (tempo)

Pak Guru Ini Punya STNK Esemka Sejak 2013

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) pemilik merek Esemka telah mengantongi surat lolos uji tipe kendaraan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan untuk 12 jenis mobil Esemka per September tahun ini. Tetapi baru Esemka Bima dengan kapasitas mesin 1.200 cc dan 1.300 cc yang telah diproduksi massal serta telah resmi dipasarkan.

Esemka Bima sendiri mulai diperkenalkan ke publik sebagai salah satu produk andalan Esemka pada tahun 2011 atau satu tahun setelah PT Solo Manufaktur Kreasi didirikan sebagai Agen Pemegang Merek Esemka. Mobil jenis pick up ini dikembangkan bersamaan dengan mobil Esemka lainnya, yakni Rajawali R2 sebagai sebuah prototipe.

 

Delapan tahun kemudian (2019) Esemka Bima resmi diluncurkan ke pasar otomotif tanah air, bersaing di segmen kendaraan niaga ringan seperti Daihatsu Gran Max, Suzuki Carry, dan DFSK Super Cab. Adapun harga Esemka Bima 1.2L dan 1.3L dibanderol mulai Rp 95 juta, off the road.

 

Perjalanan panjang Esemka Bima dari 2011 hingga 2019 kerap mendapat kritikan karena dianggap hanya rebadge atau meniru basis rancang bangun suatu produk dan menjual ulang dengan perusahaan yang berbeda.

 

 

Namun, mobil pikap ini ternyata sudah menjadi kendaraan sehari-hari Dwi Budhi Martono sejak 2013. Dwi Budhi Martono adalah guru otomotif di SMK Negeri 2 Surakarta. “Saya termasuk salah satu inisiator mobil Esemka dulu.

 

Tapi bukan berarti saya punya hak istimewa sehingga bisa punya surat-surat resminya seperti STNK dan BPKB,” kata Budhi sambil menunjukkan selembar STNK mobil Esemka miliknya kepada Tempo di pabrik perakitan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Boyolali Jumat 6 September.

 

Dalam STNK itu tertera merek Esemka type Bima, jenis MBRG (mobil barang) / pick up, tahun pembuatan 2013, isi silinder 1100 cc, warna putih, bahan bakar bensin, warna TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor atau pelat nomor) hitam, dan masa berlaku STNK sampai 2021.

Selama enam tahun mengendarai mobil Esemka untuk aktivitas sehari-hari, Budhi mengaku belum menemui kendala baik dari faktor mesin, suspensi, dan lain-lain.

“Sampai hari ini di speedometer-nya sudah tertera angka sekitar 300.000 kilometer. Aman-aman saja. Saya coba ke barat sampai Serang, ke timur sampai Banyuwangi,” kata Budhi yang juga sebagai konsultan otomotif PT Esemka seperti dikutip dari Tempo.

About esemkamedia

Mengabarkan berita seputar mobil Esemka. Menyajikan berita aktual, update dan terpercaya. Baca terus web ini dan nantikan berita terbaru setiap hari.

Check Also

presiden jokowi mencoba mobil esemka (detikcom)

Ini Syarat Agar Esemka Dapat Bersaing dengan Mobil Jepang

Sebagai pendatang baru di industri otomotif di Indonesia, apalagi garapan lokal mampukah Esemka bersaing dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *