Home / Merek / Istana Jawab Sindiran Partai Gerindra Soal Esemka
ali mohtar ngabalin soal mobil esemka (viva.co.id)

Istana Jawab Sindiran Partai Gerindra Soal Esemka

Pihak Istana menjawab sindiran politisi Partai Gerindra soal mobil Esemka yang dicurigai hanya ganti logo dari mobil China.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Andre Rosiade bertanya kepada Presiden Joko Widodo melalui wawancara dengan wartawan.

“Mohon maaf, Pak Jokowi. Saya mau tanya, kok mobil Esemka yang pabriknya diresmikan kemarin mirip dengan mobil produk China alias Tiongkok?” kata Andre kepada wartawan, Sabtu (7/9/2019) seperti dilansir detik.com.

Istanapun langsung merespons hal tersebut. “Seribu kali kita komentari soal apa yang dilakukan mobil Esemka, oleh pemerintah, oleh ini itu seribu kali tetap dinyinyiri,” kata Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan, Sabtu (7/9/2019).

Ngabalin meminta Andre dan Gerindra memberikan kritik yang membangun. Bukan sekadar nyinyir dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah.

“Masak sih nggak move on-move on? Move on, dong. Berikan kritik yang membangun pencerahan bagi masyarakat. Jangan begitu narasinya,” kata Ngabalin. Ia mengkhawatirkan, ucapan Andre akan berdampak negatif.

“Itu saran Abang sebagai orang pemerintah, sebagai orang dari Istana. Nggak usah nyinyir begitu, nanti orang punya penilaian miring kepada Andre Rosiade, Fadli Zon dkk,” lanjutnya.

“Selamat aja untuk Andre terpilih jadi anggota DPR, dilantik nanti tanggal 1 semoga lebih baik dari seniornya,” imbuh Ngabalin.

Untuk menghindari kesimpangsiuran tentang mobil Esemka, Ngabalin mempersilakan DPR memanggil pemerintah untuk menjelaskan soal mobil Esemka

“Supaya tidak seliweran simpang siur, DPR kan punya fungsi kontrol kepada pemerintah, jangan berteriak-teriak seperti gelandangan di tengah jalan, nggak usah, panggil aja pemerintah ke DPR. Jadi panggil aja ke DPR, susah banget. Ada kan regulasinya itu,” tegasnya.

Partai lain juga memberikan respon atas keraguan Gerindra tersebut. Salah satunya Partai Golkar yang merasa heran. Menurut Golkar, seharusnya peluncuran mobil produk dalam negeri disambut dengan baik, bukan sebaliknya.

“Mereka ini maunya apa sih? Presiden Jokowi memenuhi harapan rakyat untuk mendorong mobil berbasis pada industri dalam negeri kok masih nyinyir. Memang kalau orang yang tidak punya prestasi ya hanya bisa nyinyir dan sinis,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

“Kita tahu bahwa dalam Pilpres 2019 yang lalu mobil Esemka ini kerapkali dijadikan sebagai alat politik untuk menyerang Presiden Jokowi. Setelah diluncurkan, kok masih saja begitu,” imbuh dia.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu mengatakan mobil Esemka memang belum sepenuhnya berkonten dalam negeri. Tetapi lebih dari 60 persen komponennya dari industri otomotif lokal.

“Seharusnya mereka bangga atas rintisan industri mobil produk dalam negeri yang sepenuhnya menjadi dihasilkan dari swasta. Walaupun sepenuhnya belum 100 persen berkonten dalam negeri, peluncuran Mobil Esemka ini dengan berbagai varian produk seharunya disambut dengan gembira. Mobil bermerek Esemka merupakan produksi PT Solo Manufaktur Kreas,i yang menyerap komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri Kecil dan Menengah (IKM),” tutur Ace.

“PT SMK telah bekerja sama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal. Selain itu, saat ini tenaga kerja yang sudah bekerja sebanyak 300 orang. Saat ini, komponen dalam negeri (TKDN) sudah lebih dari 60 persen. Untuk sebuah rintisan industri otomotif, ini merupakan langkah yang luar biasa. Langkah ini pasti akan memberikan efek ekonomi ganda bagi perekonomian kita,” sambungnya.

PAN juga ikut menanggapi. PAN menilai polemik soal mobil Esemka ini harus segera diakhiri dengan meminta pihak PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) menjelaskan detail soal produksi Esemka.

“Polemik soal mobil Esemka ini harus diakhiri. Harus dimulai dari keterbukaan pihak manajemen mobil Esemka. Mereka perlu menjelaskan berbagai hal terkait produksi mobil Esemka tersebut. Pihak manajemen dituntut untuk menjelaskan investor yang terlibat, tenaga ahli yang bekerja, sistem distribusi dan pemasaran, serta hal-hal lain yang perlu diketahui masyarakat. Tidak ada yang salah dalam memproduksi mobil Esemka tersebut. Tetapi tentu rasa ingin tahu masyarakat harus juga disahuti,” kata Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Sabtu (7/9).

“Mungkin karena sudah lama ditunggu-tunggu, akhirnya ada pertanyaan-pertanyaan bernada ingin tahu dari masyarakat. Sebagai calon konsumen, masyarakat tentu punya hak untuk mendapatkan informasi. Lagian, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi dalam setiap pekerjaan yang diyakini dan dinilai baik,” sambungnya.

About esemkamedia

Mengabarkan berita seputar mobil Esemka. Menyajikan berita aktual, update dan terpercaya. Baca terus web ini dan nantikan berita terbaru setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *